Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Friday, April 7, 2017

Dengan Pendekatan Persuasif Masyarakat Sukarela Serahkan Senjata

Dengan Pendekatan Persuasif Masyarakat Sukarela Serahkan Senjata


Keberadaan satuan tugas (Satgas) pengamanan daerah rawan di wilayah Maluku Utara menjadi sangat strategis keberadaannya dimana selain sebagai perbantuan kekuatan TNI dalam menjaga situasi wilayah juga turut menjalankan fungsi pembinaan dan penggalangan teritorial termasuk diantaranya untuk menarik keberadaan senjata api yang masih dimiliki oleh masyarakat pasca konflik.

Dengan Pendekatan Persuasif Masyarakat Sukarela Serahkan Senjata

Satgas Yonif 726/Tamalatea yang bertugas menggantikan Batalyon Armed 12/Kostrad pada 23 November silam, selama 5 bulan melaksanakan tugas Yonif 726/Tamalatea yang memiliki Markas komando taktis di wilayah Toboko Kota Ternate serta dibantu pos-pos yang tersebar di Maluku Utara telah berhasil melakukan penggalangan senjata api organik maupun rakitan yang dimiliki oleh masyarakat.

Pada tanggal 4 April lalu Satgas Yonif 726/Tamalela berhasil mendapatkan satu pucuk Senjata Mesin Berat (SMB) jenis Browning Machine Sun kaliber 50 mm dengan kode registrasi U.S 315639 produksi Amerika Serikat yang diperoleh dari masyarakat Desa Popilo Kecamatan Tobelo Halmahera Utara. Keberhasilan tersebut berkat penggalangan personel Satgas yang dipimpin Kapten Inf Irfan Nasir (Komandan SSK IV Mede).

Dengan Pendekatan Persuasif Masyarakat Sukarela Serahkan SenjataSelain itu juga tercatat perolehan tujuh pucuk senjata api organik berbagai jenis antara lain senapan laras panjang Garrand, Arizakan dan Springfield M 1903 serta 132 senjata api berbagai jenis, 10 pucuk bahan peledak jenis Boby Trap dan rakitan, 609 butir munisi berbagai kaliber, satu buah magazen senapan M-16 serta dua pucuk laras rakitan.

Danrem 152/Babullah Kolonel Inf Sachono,S.H., M.Si selaku Komandan Komando Pelaksana Operasi (Dankolakops) Satgas Pamrahwan menyampaikan bahwa pelaksanaan tugas Satgas Yonif 726/Tamalatea yang telah bertugas selama lima bulan menunjukan kinerja yang sangat baik dengan indikator stabilitas situasi keamanan di wilayah Maluku Utara yang semakin kondusif.

Wakil Komandan Satgas Yonif 726/Tml Kapten Inf Ary Eko P saat ditemui awak media di Pos Kotis menyampaikan bahwa berbagai senjata hasil penggalangan dari masyarakat merupakan hasil kerja keras seluruh personel Satgas di lapangan yang senantiasa berusaha mendekatkan diri dengan masyarakat khususnya di sekitar wilayah pos masing-masing. Dengan pendekatan persuasif tersebut serta pemberian pemahaman tentang bahaya maupun ancaman hukuman apabila menguasai senjata api illegal juga pemberian jaminan rasa aman sehingga masyarakat secara sukarela menyerahkan senjata api organik maupun rakitan kepada personel satgas. (Penrem 152/Babullah)