Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Wednesday, March 8, 2017

Prajurit Kostrad Gelar Bakti Sosial di Perbatasan

Prajurit Kostrad Gelar Bakti Sosial di Perbatasan

Satgas Pamtas RI-Republik Demokratik Timor Leste (RDTL), Batalyon Infanteri Raider 321/Galuh Taruna (GT) Kostrad menyelenggarakan kegiatan bakti sosial pengobatan massal, khitanan massal, donor darah, penyuluhan kesehatan, pasar murah dan peresmian Taman Baca Galuh Taruna yang dilaksanakan Pos Satgas Haumeniana Desa Haumeniana, Kecamatan Bikomi Ninulat, Kabupaten Timur Tengah Utara, Nusa Tenggara Timur, Sabtu (4/3/2017).

Pengobatan dan sunatan massal dipimpin oleh dokter Batalyon Lettu CKM dr. Andrea bersama anggota Kesehatan Yonif Raider 321 Kostrad. Kegiatan ini diikuti oleh 37 pasien yang berusia antara 3-17 tahun.
Prajurit Kostrad Gelar Bakti Sosial di Perbatasan


Kemudian dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan tentang perilaku hidup bersih dan sehat dan pengobatan massal oleh tim kesehatan  Satgas Yonif Raider 321 Kostrad dibantu tim kesehatan dari RSUD Kefa, Puskesmas Inbate, Puskesmas Oeolo dengan jumlah pasien sebanyak 102 orang dengan penyakit terbanyak ISPA, Myalgia, Gastritis dan gatal-gatal.

Dansatgas Letkol Inf. M.Ghoffar Ngismangil mengatakan, bakti sosial pengobatan dan sunatan massal ini dilaksanakan dalam rangka menyambut Hut ke- 56 Kostrad. “Semuanya gratis tidak dipungut biaya agar masyarakat dapat memeriksakan kesehatannya,”ujarnya.

Prajurit Kostrad Gelar Bakti Sosial di Perbatasan

Lebih lanjut Dansatgas menyampaikan, kegiatan ini bertujuan untuk membantu meringankan masyarakat yang jauh dari tempat layanan kesehatan, sekaligus mempererat hubungan masyarakat dengan TNI agar  tercipta kemanunggalan TNI dengan rakyat sesuai dengan jati diri TNI bahwa Prajurit TNI berasal dari rakyat untuk rakyat dan kembali ke rakyat.

“Kegiatan ini sebagai salah satu bentuk kepedulian TNI khususnya Satgas Yonif 321 Kostrad kepada masyarakat yang tinggal di perbatasan. Melalui acara ini, Yonif 321 Kostrad ingin memberikan contoh dan teladan bagi masyarakat perbatasan RI-RDTL untuk menerapkan sikap toleransi dan gotong royong serta membangun kebersamaan,”ungkap Letkol Inf. M.Ghoffar Ngismangil.