Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Thursday, March 23, 2017

Malaysia Siapkan USD2 Miliar untuk Beli 18 Jet Tempur Rafale

Malaysia Siapkan USD2 Miliar untuk Beli 18 Jet Tempur Rafale


LANGKAWI - Negeri jiran Malaysia sedang melakukan peremajaan skuadron Angkatan Udara, yakni ingin mengganti pesawat tempur buatan Rusia MiG-29 yang sudah uzur. Melansir dari Reuters, Rabu (22/3/2017), seorang sumber Kementerian Pertahanan Malaysia membisikkan soal peremajaan alat utama sistem persenjataan mereka.

Menteri Pertahanan Malaysia Hishammuddin Hussein kabarnya tertarik untuk membeli jet tempur Rafale pabrikan Dassault Aviation SA Prancis atau Eurofighter Typhoon buatan BAE Systems asal Inggris.

Kata si sumber, Malaysia berencana membeli hingga 18 jet tempur modern dengan nilai kesepakatan mencapai USD2 miliar. Bila dikonversi ke rupiah, nilai kesepakatan itu setara Rp26,6 triliun (Rp13.319/USD).
Malaysia Siapkan USD2 Miliar untuk Beli 18 Jet Tempur Rafale
Rencana pembelian jet tempur Rafale sendiri selaras dengan rencana kedatangan Presiden Prancis Francois Hollande pada pekan depan ke Malaysia. “Bahkan pimpinan puncak kementerian telah mempromosikan Rafale,” sambung si sumber.

Materi promosi untuk jet tempur Rafale sendiri bahkan sudah dibicarakan pada pekan ini dalam pertemuan dwi tahunan Langkawi International Maritime and Exhibition Aerospace. Namun kedua pihak, baik Pemerintah Malaysia dan Dassault menolak berkomentar tentang rencana pembelian tersebut.

Terkait pembelian Rafale, BAE Systems kabarnya juga telah memenangkan kontrak di Malaysia. Bahkan mereka sudah mendirikan kantor regional di Kuala Lumpur. Direktur Penjualan BAE untuk kawasan Asia Pasifik, Steve Osborne mengatakan, Typhoon akan melakukan kesepakatan untuk memenuhi kebutuhan pertahanan Malaysia. “Kami percaya Pemerintah Malaysia akan melakukan kesepakatan dengan kami karena hubungan selama ini,” kata Osborne.

Rencana pembelian jet tempur tersebut akan diputuskan oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. Yang jelas, sejak pelemahan ekonomi global yang juga berdampak ke Malaysia, mereka telah memotong anggaran pertahanan sebesar 12,7% menjadi 15,1 miliar ringgit atau USD3,41 miliar pada tahun ini.

Selain Rafale dari Dassault dan Eurofighter Typhoon buatan BAE, beberapa produsen pesawat tempur lainnya seperti Sukhoi asal Rusia dan SAAB Swedia dengan jet tempur Gripen juga menawarkan kepada Malaysia.

Nama Sukhoi disebut-sebut sedang didekati oleh Indonesia. Dan Gripen Swedia sedang menjalankan kesepakatan dengan Filipina. Seiring dengan menegangnya tensi di Laut China Selatan antara Amerika Serikat, China, negara Asia Timur dan Asia Tenggara, telah memicu perlombaan senjata di kawasan Asia Pasifik. IHS Janes Defence Weekly memperkirakan belanja pertahanan di kawasan ini akan mencapai USD250 miliar atau Rp3.329 triliun pada kurun waktu 2016-2020.

Sumber : Sindonews