Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Saturday, March 11, 2017

Kasau Tinjau Static Show A400 M Airbus - Commando

Kasau Tinjau Static Show A400 M Airbus - Commando


Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Sekjen Kemhan Laksdya TNI Widodo, Gubernur Lemhanas Letjen TNI (Purn) Agus Wijoyo, Aslog Kasau Marsda TNI Yadi Husyadi, Pangkoopsau I Marsda TNI Yuyu Sutisna, Danlanud Halim Perdanakusuma Marsma TNI Fadjar Prasetyo dan Kadispenau Marsma TNI Jemi Trisonjaya meninjau static Show pesawat angkut berat A 400 M dari Airbus di Halim Perdanakusuma, Senin (6/3).

Kasau dan para pejabat yang meninjau pesawat A 400 M melalui ramdoor / pintu belakang, mendapat menjelasan dari Komandan Skadron Udara 70 RAF, Wing Commander Simon Boyle tentang kelebihan pesawat A 400 M yaitu sebagai pesawat yang mempunyai misi taktis jarak rendah, misi strategis jarak jauh dan sebagai tanker

Kasau Tinjau Static Show A400 M Airbus - Commando


“Sebagai misi taktis jarak pendek mampu membawa muatan logistik untuk bantuan kemanusiaan, mobilitas kendaraan militer dan pasukan. Dengan lebar dan tinggi 4 meter serta panjang 18 meter memungkinkan pesawat mampu membawa cargo seperti truk semi trailer sekitar 25 ton”, ungkap Wing Comander Simon Boyle.

Menurutnya, dengan karakteristik yang unik berupa 12 roda utama dapat mendarat di atas bebatuan, kerikil maupun pasir, penyerapan daya kejut yang efisien ke dalan struktur rangka pesawat serta resiko minimal dari kerusakan akibat benda asing. Pesawat A 400 M dapat mendarat dan terbang dari landasan pacu tak beraspal yang pendek, lembut ataupun kasar sekalipun. “Sehingga bantuan kemanusiaan dapat segera tiba di tujuan dalam jangka waktu yang sangat pendek setelah terjadinya bencana,” jelas Wing Comannder Simon Boyle.

Pada kesempatan itu Kasau juga melihat cockpit yang telah menggunakan perangkat komputer seluruhnya dan glass cockpit Dengan sistem yang telah komputerisasi tersebut pengawaknya cukup tiga saja dalam keadaan normal yaitu satu pilot utama, pilot cadangan dan satu load master. Untuk bongkar muat telah dilengkapi alat bongkar muat kargo secara cepat dan otomatis tanpa perlengkapan pendukung khusus yaitu alat derek berdaya 32 ton di atas pesawat dan crane berdaya 5 ton.

Dengan kemampuannya yang dapat terbang dengan kecepatan rendah, menjadikan A400M ideal untuk menurunkan pasokan barang dari ketinggian rendah. Kemampuan terbang A 400 M adalah hingga 4.700 mil laut/8.700 km, dengan ketinggian jelajah 37.000 kaki dan kecepatan 0,72 Mach.

Kasau sempat menanyakan mengenai jangkauan bahan bakar (endurance) pesawat A400M dan dijawab Wing Comannder Simon Boyle selama 11 jam. Hal ini tentu baik apabila digunakan untuk perjalanan yang jauh dengan waktu yang lama.

Sumber : TNIAU