Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Friday, February 24, 2017

Terjun dari Heli, Tim Gabungan Bersenjata TNI dan Polisi berhasil ringkus 2 Pembakar Lahan Di Riau - Commando

Terjun dari Heli, Tim Gabungan Bersenjata TNI dan Polisi berhasil ringkus 2 Pembakar Lahan Di Riau - Commando

C0MANDO.COM - RIAU - Tim gabungan bersenjata lengkap dari Pasukan Khas (Paskhas) TNI Angkatan Udara dan Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Riau dilaporkan telah berhasil meringkus dua orang pria yang diduga kuat terkait dengan kebakaran hutan. Saat Penangkapan Tim Gabungan langsung terjun dari helikopter untuk menangkap kedua terduga pembakar lahan dan hutan di Kecamatan Tanah Putih, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Terkait dengan Penangkapan ini Komandan Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru Marsekal Pertama Henri Alfiandi, menjelaskan jika kedua terduga yang diketahui bernama Marjani dan Muhammad Roni diamankan di sebuah pondok di lahan yang tengah terbakar di lokasi itu.

Terjun dari Heli, Tim Gabungan Bersenjata TNI dan Polisi berhasil ringkus 2 Pembakar Lahan - Commando

"Hasil interogasi di Posko Satgas Siaga Karhutla Riau, keduanya merupakan pekerja di lokasi itu. Lokasi di sana terbakar dan ada unsur kesengajaan," kata Henri, Rabu, 22 Februari 2017.

Henri menyebutkan, akibat kebakaran di lokasi yang ditinggali kedua pelaku, api menyebar dan menyebabkan 200 hektare lahan di Kecamatan Tanah Putih di lumat api. Hasil pemeriksaan terdata pemilik lahan ratusan hektare itu berinisial Sl, Pr, Uw, Ud, dan Ya.

Terduga Marjani diketahui bekerja di kebun milik Tarigan. Luas kebun yang dikelola Marjani adalah 10 hektare. Sekitar lima hektare di antara lahan itu ditanami nenas dan sisanya ditanami sawit.

Sementara terduga Roni, tambah Henri, dia mengaku bekerja di kebun milik Yunus Harahap. Di sana ada 10 hektar lahan, di mana dua hektare ditanami sawit dan delapan hektare sisanya baru saja ditanami sawit.

Apakah kedua pekerja ini membakar atas perintah pemilik lahan, Henri mengatakan, pihaknya masih mendalami. Selanjutnya, kedua terduga pembakar lahan ini diserahkan ke Polda Riau untuk proses selanjutnya.

"Setelah dari Lanud nanti diproses secara hukum ke Polda Riau," kata Henri.

Henri menyebut, kebakaran hutan di kecamatan tersebut sudah berlangsung selama beberapa hari. Keringnya cuaca di lokasi itu menyebabkan api dengan mudah menyebar dan melumat kurang lebih 200 hektar lahan.

Pantauan helikopter dan pesawat tempur yang diterbangkan Lanud Roesmin Nurjadin, kebakaran sengaja dilakukan. Pasalnya di lokasi berdiri sejumlah pondokan diduga tempat para pembakar lahan.

Untuk menangkap pelaku, empat anggota Paskhas, dua anggota TNI AU, dan beberapa anggota Polda Riau bersenjata lengkap diterjunkan dari helikopter. Satu persatu pondok disisir petugas dan ditemukan dua penghuni terkait kebakaran hutan ini.

"Keduanya dibawa, hanya pondok belum kita bakar, tapi nanti pasti dibakar untuk membuat efek jera," ucap Henri.

Sumber : Liputan6