Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Saturday, February 18, 2017

Tak Tau Malu Selepas PDIP Gagal Kini Giliran Golkar "Rayu" Koalisi Cikeas Untuk Dukung Ahok-Djarot di Putaran Kedua di Pilgub DKI - Commando

Tak Tau Malu Selepas PDIP Gagal Kini Giliran Golkar "Rayu" Koalisi Cikeas Untuk Dukung Ahok-Djarot di Putaran Kedua di Pilgub DKI - Commando


JAKARTA - Sekretaris Jenderal Partai Golkar Idrus Marham menyampaikan jika, Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto dan jajaran pengurus DPP sedang intensif melakukan komunikasi dengan petinggi empat partai politik pendukung Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni di Pilgub DKI Jakarta.

Golkar ingin mengajak koalisi Cikeas tersebut untuk balik arah dan mendukung pasangan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok-Djarot Saiful Hidayat di putaran kedua Pilgub DKI yang akan berlangsung 19 April 2017.

Tak Tau Malu Selepas PDIP Gagal Kini Giliran Golkar "Rayu" Koalisi Cikeas Untuk Dukung Ahok-Djarot di Putaran Kedua di Pilgub DKI - Commando

"Komunikasi dengan partai-partai lain ini terus terang saja karena ini teman-teman semuanya ini, setiap hari ketemu. Ketika kemarin kita ke DPR ketemu Pak Zulkifli Hasan (Ketum PAN), ketum bicara, kemudian ketemu Romi (Romahurmuziy Ketum PPP) kemudian lain-lain juga ketemu," kata Idrus di kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Jumat (17/2/2017).

Idrus meyakini empat partai dalam koalisi Cikeas yakni Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa bergabung mendukung Ahok-Djarot dengan segala pertimbangan objektif dan rasional.

"Tentu nanti ada proses kita punya keyakinan bahwa gilirannya nanti mereka dalam menentukan pilihan-pilihan mereka akan didasarkan pada pertimbangan-pertimbangan objektif, rasional untuk kepentingan DKI Jakarta kedepan," jelas Idrus.

Lalu bagaimana strategi Golkar untuk memenangkan Ahok-Djarot pada putaran kedua? Idrus menutup rapat-rapat langkah yang akan dilakukan partainya dan partai pengusung lainnya yakni PDIP, Partai Hanura, dan Partai Nasional Demokrat.

"Masalah strategi, ini saya meminjam istilah Pak Nurdin Halid karena ini strategi tentu tidak boleh disampaikan. Kalau disampaikan strategi wah ini enggak boleh," pungkasnya.

Sumber : Okezone