Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Wednesday, January 11, 2017

Waduh Kivlan Zein Sebut : ada yang ingin saya ditangkap. Boleh jadi Wiranto Boleh jadi lho ya - Commando

Waduh Kivlan Zein Sebut : ada yang ingin saya ditangkap. Boleh jadi Wiranto Boleh jadi lho ya - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Dilaporkan, Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein yang ikut bergabung  dalam rombongan yang dipimpin oleh Rachmawati Soekarnoputri sudah menemui Wakil Ketua DPR Fadli Zon. Di Depan Fadli Zon, Kivlan Zein Mengyebut jika ada pihak yang ingin menangkapnya dengan menghembuskan isu percobaan makar.

"Saya merasa ada yang ingin saya ditangkap. Boleh jadi Wiranto. Boleh jadi lho ya," ujar Kivlan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (10/1/2017).
Waduh Kivlan Zein Sebut : ada yang ingin saya ditangkap. Boleh jadi Wiranto Boleh jadi lho ya - Commando

Dalam Masalah ini Kivlan Zein Juga menyebut jika, devinisi makar atau menjatuhkan pemerintahan yang sah seperti tertulis pada Pasal 107 KUHP, Pasal 110 KUHP, dan Pasal 87 KUHP, tidak tepat dituduhkan kepadanya.

"Kami tidak menjual negara, apalagi menggulingkan pemerintahan dengan pasukan bersenjata. Kita hanya usul mengubah ketatanegaraan dan itu tak bisa dipidana," tegas Kivlan.

Kivlan zein juga menambahkan jika dirinya sangat tersinggung karena telah diperlakukan tidak patut oleh pihak kepolisian. Sebagai Seorang Purnawirawan TNI, Kivlan Zein menyebut jika sampai saat ini, dirinya masih berstatus sebagai TNI cadangan dan hanya tunduk kepada hukum militer.

Namun meski demikian, Kivlan Zein mengaku jika ia telah memaafkan perlakuan Polri saat menangkapnya di pagi buta pada Jumat 2 Desember 2016 lalu.

Baca Juga :
Kemenhan: Setiap Warga Negara Berhak Ikut Bela Negara Termasuk FPI - Commando
Menhan Akan Selidiki Pencopotan Dandim Lebak, Yang dicopot selepas Latih FPI - Commando
KODAM: bela negara bisa dilakukan setiap warga negara, termasuk LSM yang Pro Pancasila

"Kapolri, kapolda, mereka semua adik-adikku yang sedang gagap, takut jabatannya dicopot. Saya bilang, Tito dan Iryawan tidak usah takut sama saya. Saya tak akan makar. Justru saya akan korbankan jiwa raga saya untuk negara ini," kata Kivlan. (snd)