Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Monday, January 9, 2017

Razia Tambang Ilegal, Anggota TNI Amankan Dua Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Satu Revolver - Commando

Razia Tambang Ilegal, Anggota TNI Amankan Dua Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Satu Revolver - Commando

C0MANDO.COM - Kalimantan Tengah - Dikabarkan Anggota TNI dari Kodim 1014/Pbn Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng), berhasil mengamankan sedikitnya 2 senjata api rakitan laras panjang dan satu Revolver pada saat melakukan  razia illegal mining yang berlokasi di Kabupaten Lamandau pada Desember 2016.

Razia Tambang Ilegal, Anggota TNI Amankan Dua Senjata Api Rakitan Laras Panjang dan Satu Revolver - Commando
Ilustrasi

"Dua senpi ilegal laras panjang itu kita amankan dari tangan penambang di Kabupaten Lamandau. Mereka mengaku dipakai untuk berburu binatang di hutan. Karena bisa digunakan untuk aksi kriminal, anggota TNI langsung mengamankannya," ujar Dandim 1014/Pbn Letkol Inf Wisnu Kurniawan, di Makodim, Kalteng, Selasa (3/1/2017).

Letkol Inf Wisnu Kurniawan juga menambahkan jika pada saat itu Anggota TNI tengah melaksanakan razia di penambangan emas ilegal di Kawasan Sungai Lamandau tepatnya di Desa Kawa, Kecamatan Lamandau.

"Saat digerebek, para penambang kocar kacir dan dua berhasil ditangkap dan ditemukan dua senpi itu. Kasus tersebut sudah kita serahkan ke Polres Lamandau," ujar perwira menengah TNI AD ini.

Bahkan bukan hanya senjata laras panjang yang berhasil diamankan, anggota TNI iuga berhasil menyita satu unit senpi rakitan jenis revolver dari tangan seorang warga Desa Pudu, Kabupaten Sukamara, pada awal Desember 2016.

Baca Juga :
Dandim Lebak Dicopot Karena Di Anggap Salahi Aturan - Commando
Kasian Pendukung Ahok Buat Petisi Bubarkan FPI Namun Sepi Peminat - Commando

"Kalau yang revolver ini sitaan dari warga Kabupaten Sukamara. Setelah anggota kami mendapatkan informasi bahwa ada seorang warga memiliki senpi rakitan jenis revolver langsung kita menuju rumahnya inisial AM (41), dan dia mengaku punya senpi itu dan menyerahkan ke kami," ujarnya. (ran)