Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Saturday, December 17, 2016
Berlangganan

Video: Militer Rezim Assad Ledek Pemberontak di Masjid Aleppo yang Runtuh - Commando

Video: Militer Rezim Assad Ledek Pemberontak di Masjid Aleppo yang Runtuh - Commando

C0MANDO.COM - ALEPPO - Telah tersebar luas Sebuah video yang tersebar di media sosial menunjukan Kumpulan tentara Suriah dan wartawan Libanon wartawan pro-Presiden Suriah Bashar Assad, Hosein Mortada, duduk di tengah-tengah Masjid Agung Aleppo yang runtuh. Dalam Video tersebut terlihat jelas jika Mereka meledek pemberontak Suriah, ulama Arab Saudi Abdullah Muhaisni dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.


Sebagai Informasi Tambahan Jika Video ini muncul selepas Militer Suriah dan milisi loyalis Rezim Assad merebut kembali kota tua Aleppo. Video ini sendiri diklaim sebagai respons atas video Muhaisni yang berbicara di masjid itu empat bulan lalu, di mana dia mengecam pengepungan Aleppo oleh pasukan Assad.

Masjid Agung Aleppo ini sendiri berlokasi di Distrik al-Jalloum dan tercatat sebagai salah satu masjid tertua dan terbesar di Provinsi Aleppo SURIAH. Bahkan Masjid ini juga dijuluki sebagai Masjid Umayyah dari Aleppo.

Baca Juga :
Negara Barat Kepanasan lihat Rusia Terus Lakukan Modernisasi Alutsista - Commando
Makin Memanas dengan Rusia, 1.600 Tank dan Artileri Amerika Kini Begerak ke Belanda
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan : Aleppo adalah Tragedi Paling Memalukan di Abad Ke-21

Dalam video tersebut, Mortada mulai berbicara dengan menirukan ucapan dan gaya Muhaisni empat bulan lalu, namun dengan kondisi yang berbeda. ”Assalamualaikum. Wahai orang-orang dari Aleppo! Di sini duduk Muhaisni. Lihat siapa di sini sekarang, orang-orang dari tentara Suriah. Anda mengatakan ini menara Damaskus, juga terlihat di sini, menara Aleppo,” kata Mortada, seperti dikutip Al Arabiya, semalam (15/12/2016).

Dia melanjutkan,”Erdogan mengatakan, dia ingin pergi berdoa di Masjid Umayyah di Damaskus, dan Anda ingin datang ke sini, (terbahak-bahak bersama)  melihat apa yang terjadi, tentara Suriah di sini sebagai gantinya.”