Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Wednesday, December 7, 2016

Saat ini Pihak Kepolisian Tengah Memburu Pemilik Akun 'Dragon TV' Terkait Penangkapan Kivlan Zein Cs - Commando

Saat ini Pihak Kepolisian Tengah Memburu Pemilik Akun 'Dragon TV' Terkait Penangkapan Kivlan Zein Cs - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Dikabarkan jika saat ini Aparat kepolisian tengah memburu pemilik channel Dragon TV di Youtube yang dianggap telah banyak menyebarkan konten video hoax. Bahkan diketahui juga jika baru baru ini channel Dragon TV Sudah meng-Upload proses penangkapan Aktifis Aktifis terduga pelaku makar Yakni Mayjen TNI (Purn) Kivlan Zein dan Brigjen (Purn) Adityawarman.

Terkait dengan Hal tersebut Kapolda Metro Jaya, M. Iriawan, menyebutkan jika channel Dragon TV di YouTube sudah menyebarkan video video yang menyesatkan terkait dengan penangkapan dua pensiunan TNI itu.

Saat ini Pihak Kepolisian Tengah Memburu Pemilik Akun 'Dragon TV' Terkait Penangkapan Kivlan Zein Cs - Commando

"Ada Dragon TV yang menyebarkan informasi yang menyesatkan, dikatakan perwira tinggi TNI AD dan Pangdam marah terhadap pengambilan Pak Kivlan dan Pak Adityawarman," ujarnya di Mapolda Metro Jaya, Selasa (6/12/2016).

Dikesempatan ini Juga Iriawan menegaskan, Jika penangkapan tersebut dilakukan polisi bekerja sama dengan polisi militer (PM) dan Kodam Jaya. Sehingga video yang disampaikan oleh channel Dragon TV tersebut sudah sangat jelas menyesatkan karena akan berdampak buruk untuk kedepannya. Maka dari itu saat ini Pihak Kepolisian Tengah memburu oknum yang menyebarkan video tersebut.

Baca Juga :
Informasi Habib Rizieq Masuk Rumah Sakit Ternyata Hoax - Commando
Transfer Uang Menjadi salah satu Bukti Kasus Makar - Commando
Catet !! Sidang Ahok Akan Menjadi Perhatian Dunia Internasional - Commando

"Sekarang akunnya masih kami cari, yang mengatasnamakan Dragon TV itu," tuturnya.

Sebagai Informasi tambahan jika saat ini Pihak kepolisian telah melacak akun tersebut hingga ke televisi China, namun tak ada. Iriawan  pun mengimbau kepada semua pihak untuk tidak mencoba-coba melanggar UU ITE karena polisi memastikan akan memburunya dan meminta tanggung jawabnya atas pelanggarannya tersebut.

"Saat membawa Pak Kivlan dan Pak Adityawarman pun kami bersama PM dan POM TNI," katanya.