Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Thursday, December 8, 2016

Prajurit TNI Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Pidie Jaya Aceh - Commando

Prajurit TNI Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Pidie Jaya Aceh - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - ‎Kepala Pusat Kesehatan (Kapuskes) TNI Mayjen dr. Ben Yusra Rimba menyebutkan jika, pihaknya sudah siap mendirikan sebuah Rumah Sakit Lapangan di Kawasan Kabupaten Pidie Jaya dengan Tujuan untuk membantu para korban Akibat Bencana gempa bumi Di Kawasan Pidie Jaya Aceh.

"Sesuai perintah Panglima TNI sebelum pukul 06.00 WIB pagi diharapkan Rumah Sakit Lapangan Kostrad dan Marinir sudah berdiri terutama di Pidie Jaya sebab itu adalah daerah terberat," kata Ben, Kamis (8/12/2016).

Prajurit TNI Dirikan Rumah Sakit Lapangan di Pidie Jaya Aceh - Commando


Perlu Juga Diketahui Jika Bahwasannya Personil TNI Telah Menurunkan Sedikitnya sebanyak 24 Orang dokter spesialis ‎yang sudah siap membantu para korban bencana gempa yang telah menewaskan lebih dari 90 orang tersebut. Bahkan, terkait dengan Hal ini Pihaknya mengklaim jika  kekuatan Rumah Sakit Lapangan milik TNI setara dengan RS Kelas III yang ada di Indonesia.

Baca Juga :
BMKG: Gempa Susulan di Aceh Masih Akan Terjadi - Commando
1.000 Prajurit TNI Diterjunkan guna ikut Bantu Evakuasi Korban Gempa Di Aceh - Commando
Pangdam: Korban Meninggal Dunia Akibat Bencana Gempa Bumi Capai 92 Orang - Commando

"‎Kita berangkat satu Rumah Sakit Lapangan dengan personel 24 dokter spesialis, jadi ada spesialis bedah tulang, spesialis anestesi, spesialis penyaki dalam, spesialis anak, dokter bedah umum. Kita datang dengan kekuatan setara rumah sakit tingkat III," jelas Ben. Misi TNI ke Pidie Jaya menurutnya adalah untuk membuka rumah.

Sebagai Informasi Tambahan Jika tak sedikit juga rumah sakit yang hancur akibat dahsyatnya guncangan bumi 6.5 SR.

"Misi utama kita adalah memang kita tahu rumah sakit di sana itu banyak yang rusak walaupun kita tahu tenaga medisnya ada. Kehadiran kita di sana adalah sebagai rumah sakit pengganti sementara sampai keadaan stabil diharapkan dalam dua minggu kita kembali ke Jakarta," pungkas Ben. (okz_)