Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Friday, December 30, 2016

Panglima TNI Jendral Gatot : Amerika Sudah Tingkatkan Kekuatan Militer di Australia - Commando

Panglima TNI Jendral Gatot : Amerika Sudah Tingkatkan Kekuatan Militer di Australia - Commando


C0MANDO.COM - JAKARTA - Seperti yang diketahui jika Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo telah mengungkap Ancaman yang  saat ini mengancam kadaulatan NKRI di hadapan Alumni Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM). Dalam kesempatannya tersebut, Panglima TNI Jendral Gatot Nurmantyo Menyampaikan beberapa Informasi yang berpotensi ‎akan mengancam negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Hal yang Pertama kali Jendral Gatot Nurmantyo Bahas adalah mengenai masalah Pangkalan Marinir‎ Amerika Serikat yang berlokasi, di Darwin, Australia. Jendral Gatot Nurmantyo mengungkap, Jika pembangunan Pangkalan tersebut dilakukan oleh amerika karena pembangunan besar-besaran yang dilakukan China di Laut Cina Selatan (LCS).

Melihat hal tersebut Amerika Serikat dianggap tidak tinggal diam untuk mempertebal pengaruhnya di kawasan Asia Pasifik.
Panglima TNI Jendral Gatot : Amerika Sudah Tingkatkan Kekuatan Militer di Australia - Commando

"Presiden AS Barack Obama saat singgah di Bali pada bulan November 2011 lalu telah menyatakan bahwa Amerika akan meningkatkan operasional militernya secara drastis di bagian barat dan utara benua Australia, serta menjadikan Darwin sebagai Pangkalan militer utama," tutur Gatot dalam ceramah umumnya, di Auditorium Kantor PP Muhammadiyah‎, Jakarta, Rabu (27/12/2016).

Kemudian Jendral Gatot Nurmatyo menambahkan jika, eskalasi ketegangan di Laut China Selatan meningkat drastis pada awal Mei 2014, ketika kilang minyak China, His Yang Shi You (HYSY 981) memulai pengeboran minyak yang masih masuk wilayah zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) dan landas kontinental Vietnam.

Menurutnya, klaim China atas seluruh wilayah LCS sebenarnya telah dilakukan bersama dengan negara-negara yang merasa memiliki sebagian dari LCS seperti Taiwan, Vietnam, Filipina, Malaysia, dan Brunei Darussalam ke meja perundingan PBB.

"Inilah alarm peringatan munculnya ancaman terhadap kedamaian dan stabilitas kawasan ini," ungkapnya.

Gatot melanjutkan, keberadaan Five Power Defence Arrangament (FPDA) atau perjanjian negara-negara persemakmuran Inggris juga tidak boleh luput menjadi perhatian Indonesia‎.

Baca Juga :
Anggota DPR RI ini Mita Kapolda Sumut Dicopot Karena Sambut Habib Rizieq
TNI Dukung Penuh KPK Guna Selesaikan Kasus Suap di Bakamla - Commando
Pengamat Politik ini Sebut Menteri Hanif Terlalu Lebay, Pantas untuk Direshuffle - Commando

Menurutnya, posisi FPDA di mana sebelah utara ada Malaysia dan Singapura, sedangkan di bagian selatan terdapat Australia dan Selandia Baru.

Menurut Gatot, setidaknya tiga dari empat negara tersebut pernah memiliki sejarah hubungan bilateral yang kurang harmonis dengan Indonesia seperti Malaysia, Singapura, dan Australia.