Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Saturday, December 10, 2016

Lagi Lagi China, Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundupan 26 Kg Sabu Asal China yang disembunyikan di Lukisan Bunda Maria - Commando

Lagi Lagi China, Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundupan 26 Kg Sabu Asal China yang disembunyikan di Lukisan Bunda Maria - Commando

C0MANDO.COM - LUBUKBAJA - Dikabarkan jika Jajaran Polresta Barelang dan Bea Cukai Batam berhasil menggagalkan penyelundupan 26 kilogram Sabu yang diketahui berasal dari Guangzhou, Tiongkok. Sabu ini sendiri diketahui masuk melalui Bandara Hang Nadim Batam dari Bandara Changi Singapura, Rabu (30/11) lalu.

"Barang ini dari Guangzhou Tiongkok, kemudian masuk ke Singapura. Lalu, dari Singapura menuju ke Hang Nadim," ujar Kapolda Kepri Brijen Sam Budigusdian.

Lagi Lagi China, Bea Cukai Batam Berhasil Gagalkan Penyelundupan 26 Kg Sabu Asal China yang disembunyikan di Lukisan Bunda Maria - Commando

Selepas Bea Cukai di bandara menemukan barang haram petugas bea cukai langsung menghubungi Sat Narkoba Polresta Barelang. Sebagai informasi tambahan jika ternyata Sabu yang diselundupkan tersebut disimpam di belakang lukisan 'Bunda Maria'.

"Kecurigaannya berawal dari barang tersebut yang terasa berat dan kemasannya seperti ada sesuatu di dalam lukisan bertema Bunda Maria," ujar Sam saat gelar ekspos di Polresta Barelang, seperti diberitakan batampos (Jawa Pos Group).

Setelah memastikan ada sabu, tim gabungan mengawasi pengiriman barang tersebut ke Jakarta, untuk mengungkap penerimanya. Seorang pemilik ekspedisi berinisial Yf diikutkan untuk mengungkap penerimanya.

Yf lalu disuruh untuk meminta anaknya berinisial Ts yang berada di Jakarta. Sabu tersebut tetap dikirim ke Jakarta.

"Barang tetap dilanjutkan berangkat ke tujuan. Selanjutnya kita minta Ts untuk mengantarkan paket lukisan ke ekspedisi jalan Tiang Bendera," katanya.

Setelah mengikuti barang itu, tim gabungan akhirnya dikonfirmasi oleh karyawan ekspedisi bahwa barang tersebut telah sampai dan diterima langsung oleh Raden Novi. Raden pun ditangkap di rumahnya, Jalan Tipati Unus, Cibodas, Banten.

"Barang begitu sampai ke Raden Novi langsung dilakukan penangkapan," katanya.

Setelah tertangkapnya Raden Novi, tim langsung mengembangkan kasus tersebut. Dalam pengembangan itu, Raden mendapat telpon dari Mike Lin yang berada di Guangzhou Cina yang menanyakan apakah barang haram tersebut telah ia terima atau belum.

"Dalam telpon itu, Mike Lin meminta kepada Raden untuk mengantarkan barang tersebut kepada Tony Lee di bandara. Akan Tetapi, pada waktu itu Tony Lee tidak ada di bandara," katanya.

Namun sesampainya di bandara, Raden tidak menemukan Tony Lee dan ternyata Tony langsung datang menemui Raden di rumah kontrakannya. "Setelah dia masuk ke rumah dan hendak membuka lukisan itu, petugas langsung menangkapnya," tutu Sam.

Setelah tertangkapnya Tony Lee dan Raden Novi, tim gabungan langsung membawa mereka ke Sat Narkoba Polresta Barelang untuk dilakukan pengembangan lebih lanjut.

"Mareka kita kenakan pasal 112 ayat 2 junto pasal 114 ayat 2 junto pasal 132 ayat 1, dengan ancaman hukuman mati," imbuhnya. (jpnn)