Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Saturday, December 3, 2016
Berlangganan

Dengan Ditangkapnya 10 Aktivis Merupakan Kabar Buruk bagi Perkembangan Demokrasi Di Indonesia - Commando

Dengan Ditangkapnya 10 Aktivis Merupakan Kabar Buruk bagi Perkembangan Demokrasi Di Indonesia - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Dikabarkan, Langkah yang diambil Polri dengan menangkap 10 aktivis dan tokoh dalam kurun waktu bersamaan kemarin terkait dengan dugaan makar ‎terus menuai banyak kritik di masyarakat. Dikarenakan banyak pihak yang menilai jika Penangkapan tersebut merupakan kabar buruk bagi perkembangan demokrasi di Indonesia.

‎"Apalagi dasar penangkapan para aktivis itu masih ngambang dan belum ada dasar hukum yang jelas," ujar pengamat Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Jakarta Adi Prayitno saat dihubungi Sindonews, Sabtu (3/12/2016).

Baca Juga Berita Terkini Lainnya :
Lihat Nih Bersihnya Lapangan Monas Setelah Aksi Super-Damai 212 - Commando
Video Wartawan Metro TV Di Usir Pada Aksi Bela Islam Jilid III 212 Kemarin - Commando
Ketoprak hingga Es Cincau Gratis Warnai Aksi Damai 212, Masih ada yang bilang masa bayaran 

Adi Juga menambahkan meski dugaan awal penangkapan terhadap 10 aktivis adalah ingin melakukan tindakan makar, namun tudingan itu masih 'sumir' untuk dibuktikan. Alih-alih ingin menempatkan hukum sebagai panglima, langkah Polri ini justru dinilai bertolak belakang dengan semangat reformasi di tubuh Polri.

Menurut peneliti Pusat Studi Kebijakan Publik (PSKP) UIN ini, perbedaan pendapat seyogyanya dihadapi dengan cara dialog, bukan tindakan represif seperti melakukan penangkapan.

"Tak hanya itu sikap ini juga menunjukkan sikap arogan kepolisian yang tak pernah berubah. Cacat bawaan polisi itu adalah arogan. Ini yang menghambat reformasi di kepolisian," tegasnya.

Adi menilai, penangkapan terhadap 10 aktivis yang dianggap kritis akan menimbulkan kegaduhan baru. Karenanya, dia berharap pemerintah menghentikan penangkapan terhadap para aktivis itu jika tak ingin berlawanan dengan rakyat.

"Ironis, penghujung Tahun 2016 nyatanya menandai munculnya neo Orde Baru. Jelas Ini adalah ancaman serius bagi demokrasi kita yang mulai tumbuh mekar," pungkasnya. (snd)