Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Friday, November 11, 2016

Waw Setelah Kopassus, Presiden Kunjungi Markas Marinir dan Brimob - Commando

Waw Setelah Kopassus, Presiden Kunjungi Markas Marinir dan Brimob - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA – Konsolidasi militer yang dilakukan oleh Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo berlanjut pada Jumat, 11 November 2016. Setelah sebelumnya mengumpulkan dan memberi arahan kepada 1.217 prajurit Komando Pasukan Khusus atau Kopassus TNI-AD, Dan Kini Dikabarkan Jika Presiden Menyempatkan Diri Untuk menyambangi Markas Komando Korps Marinir TNI-AL di Cilandak, Jakarta Selatan dan Mako Brimob di Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Waw Setelah Kopassus, Presiden Kunjungi Markas Marinir dan Brimob - Commando

Baca Juga :
Baku Tembak Terjadi di Sulteng, Satu Orang Meninggal Dunia - Commando
Dikabarkan Presiden Siap Gerakkan Kopassus Bila Negara dalam Keadaan Genting - Commando

Sama halnya di Markas Kopassus, Disini Juga Presiden Jokowi memberikan arahan terkait dengan berbagai peralatan perang serta kesiapan menghadapi ancaman di depan prajurit Marinir dan personel Brimob. Perlu juga diketahui jika bahwasannya Pada Hari Selasa, Tanggal 8 November 2016 lalu, Presiden secara mendadak mengumpulkan prajurit TNI di Markas Besar Angkatan Darat, untuk upacara sekaligus pemberian arahan oleh Presiden.

Keesokan harinya, Presiden juga memberikan arahan serupa kepada petinggi Polri.
Dalam beberapa hari terakhir, pasca demo besar-besaran umat Islam, 4 November, yang meminta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok diadili karena telah menistakan agama, Jokowi sibuk menemui aparat keamanan dan sejumlah ulama.

Baca Juga :
Pada Ulama, Presiden Jelaskan Alasan Kenapa Tidak Temui Pendemo 4 November - Commando
Ketua DPR RI : Aksi Bela Islam Jilid III 25 November Tak Terjadi jika Ahok Diadili - Commando

Saat ini Presiden Indonesia Tengah ‘rajin’ berdialog dengan para ulama berpengaruh di Nahdlatul Ulama, Muhammadiyah, serta beberapa orang pengasuh dari sejumlah Pondok Pesantren. Presiden Jokowi juga sampai membatalkan kunjungan kenegaraan ke Australia demi bertemu dengan para ulama dan aparat keamanan.