Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Monday, November 7, 2016

Sebarkan !! Panglima TNI : Berbahaya ! Indonesia Dirusak Para Politikus yang Dikendalikan Negara Asing - Commando

Sebarkan !! Panglima TNI : Berbahaya ! Indonesia Dirusak Para Politikus yang Dikendalikan Negara Asing - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo Menyebutkan Jika Bahwasannya Saat ini Negara Republik Indonesia Tengah dirusak oleh para politikus yang dikendalikan oleh negara asing. Bahkan Para politikus tersebut telah menodai semangat nasionalisme di Indonesia.

Panglima TNI Jendral TNI Gatot Juga Menyebutkan jika, masyarakat Indonesia tidak lagi memiliki budaya sopan-santun seperti apa yang dulu telah diwariskan turun-temurun. Budaya saling menghargai dan menghormati kini telah terganti dengan budaya baru yang sangat berbeda.

Sebarkan !! Panglima TNI : Berbahaya ! Indonesia Dirusak Para Politikus yang Dikendalikan Negara Asing - Commando

"Masyarakat Indonesia saat ini memiliki budaya yang berbeda, mereka lebih suka marah-marah, parahnya itu semua dipelopori oleh politikus yang dikendalikan dari luar oleh orang-orang yang tak bertanggung jawab ,” ujar Gatot dalam seminar nasional bela negara di Hotel Sheraton Makassar, Sulawesi Selata, Sabtu (12/12/2015).

Panglima TNI Jendral TNI Gatot Juga Mengungkapkan ancaman politisi dari dalam negeri jauh lebih berbahaya dari pada ancaman lansung dari negara asing.Dikatakannya orang atau para politikus dapat merusak tatanan negara dari dalam dan itulah yang dimanfaatkan pihak asing. Mereka mengendalikan orang-orang penting di negara ini untuk merusak Indonesia.

Oleh karena itu, kesadaran Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa Indonesia (IARMI) Sulsel mempelopori semangat bela negara Indonesia sangat diapresiasi Panglima TNI Gatot Nurmantyo

“Saya sangat mengapresiasi kegiatan bela negara ini. IARMI punya semangat untuk mengembalikan semangat budaya bangsa Indonesia. Semangat bela negara itu harus diwujudkan guna menangkal para politisi politisi busuk yang mencoba merusak Indonesia,” ujar Gatot Nurmantyo.[tribun]