Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Monday, November 14, 2016

Mentri Pertahanan : Kalau Ada yang Memusuhi Presiden, Saya Bempernya - Commando

Mentri Pertahanan : Kalau Ada yang Memusuhi Presiden, Saya Bempernya - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Mentri Pertahanan Negara Republik Indonesia Ryamizard Ryacudu menghimmbau masyarakat untuk tidak memusuhi Presiden. Dan Menhan Menyebutkan Jika bahwasannya Dirinya telah siap untuk berada di garda terdepan mengamankan Presiden Republik Indonesia Ir Joko Widodo.

"Wah, Presiden itu panglima tertinggi masak mau memusuhi Presiden. Udah nggak betul itu (memusuhi), pengkhianatan itu. Kalau ada yang memusuhi presiden, saya bempernya," ujar Ryamizard di Kementerian Pertahanan (Kemhan) di Jl Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Jumat (11/11/2016)

Mentri Pertahanan : Kalau Ada yang Memusuhi Presiden, Saya Bempernya - Commando

Terkait dengan Hal ini Mentri Pertahanan Menyebutkan Jika Sudah Sepatutnya, Presiden harus dihormati. Dikarenakan Jika Rakyatnya tidak menghormati Lantas siapa lagi yang menghormati Presiden ? .

"Saya sudah bicara dengan Gus Dur, Megawati juga dulu. Kalau masalah Presiden tidak boleh terganggu masalah keselamatannya. Itu yang harus dipegang. Tapi masalah politik, hukum tidak semua bisa menghadapi itu termasuk saya," kata Ryamizard.

Dalam Kesempatannya ini Juga Menhan Juga menghimbau kepada masyarakat untuk tidak lagi ikut Mencampurkan Antara agama dan politik. Intinya Masalah agama janganlah dibawa ke ranah politik begitupun sebaliknya.

"Saya minta jangan campur adukkan agama dan politik!" ucap Ryamizard.

Bahkan Menhan Juga Menambahkan urusan agama dapat dipastikan kebenarannya karena berasal dari Tuhan. Sementara urusan politik bisa saja manusia salah.

"(Urusan agama) Itu dari Tuhan, pasti tidak ada yang salah. Nah politik ini ada yang benar dan kadang ada yang tidak benar jadi jangan dibalik-balik. Agama landasannya politik itu saya bilang tidak benar. Politik itu landasannya agama baru itu politik benar," tutur Ryamizard.

Menhan Juga berharap agar Para ulama bisa menjaga kedamaian dengan menyampaikan kebenaran. Pihaknya juga harus menjaga kesatuan dan persatuan.

"Yang benar katakan benar, yang salah ya katakan salah," imbuhnya. (dtk)