Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Saturday, November 19, 2016
Berlangganan

Komentar Wiranto Terkait Aksi Bela Islam Jilid III : Ada Demonstrasi Ingin Ganggu Eksistensi Negara - Commando

Komentar Wiranto Terkait Aksi Bela Islam Jilid III : Ada Demonstrasi Ingin Ganggu Eksistensi Negara - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Di Informasikan Jika Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto menyebutkan Jika aksi demonstrasi tidak selamanya menuntut keadilan. Bisa Saja Ada juga bertujuan lain, misalnya, penggulingan pemerintahan yang sah.

Bahkan Wiranto juga menyebutkan jika menyikapi rencana demonstrasi besar-besaran bertajuk Bela Islam Jilid III pada 2 Desember 2016 Nanti. Unjuk rasa itu disebut kelanjutan aksi serupa yang menuntut aparat penegak hukum mengusut dugaan penistaan agama oleh Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada 4 November 2016.

Komentar Wiranto Terkait Aksi Bela Islam Jilid III : Ada Demonstrasi Ingin Ganggu Eksistensi Negara - Commando

"Harus kita pisahkan betul antara demonstrasi yang betul-betul demonstrasi, menuntut keadilan, dengan demonstrasi yang punya arah yang lain yang mengganggu ketenangan, ketertiban dan eksistensi negara," kata Wiranto usai bertemu Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 18 November 2016.

Wiranto mengingatkan, Indonesia punya sejarah yang berakhir dengan perpecahan. Maka jangan sampai peristiwa itu terulang lagi. "Sejarah masa lalu harus merupakan pembelajaran bagi bangsa ini. Tentu kita belajar dari masa lalu, tidak terulang untuk menghadapi hal-hal yang memecah kita sebagai bangsa. Jangan kemudian ada dorongan mengulangi lagi," katanya.

Disinggung sejarah mana yang dimaksud, apakah peristiwa 1998, Wiranto tidak menyebut secara eksplisit. Sejarah itu, katanya, pernah membuat Indonesia bukan satu sebagai bangsa.

Lagi pula, katanya, tidak ada persoalan ekonomi yang dialami bangsa Indonesia sekarang. Politik juga cenderung biasa, tidak memanas. Maka kondisi yang normal itu, menurutnya, tidak perlu lagi dikaitkan dengan masalah eksistensi negara.

"Ekonomi kita sulit ini kita masih eksis. Angka pertumbuhan kita masih bagus dibandingkan negara lain. Artinya, kita ini sudah on the right track (di jalur yang benar) dalam pembangunan. Suhu politik ini juga masih bagus. Lalu mengapa kita membuat sesuatu menjadi khawatir mengenai eksistensi negara," katanya. (Viva)