Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Thursday, November 10, 2016
Berlangganan

Ketua DPR RI : Aksi Bela Islam Jilid III 25 November Tak Terjadi jika Ahok Diadili - Commando

Ketua DPR RI : Aksi Bela Islam Jilid III 25 November Tak Terjadi jika Ahok Diadili - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Aksi Unjuk Rasa 'Bela Islam Jilid III' yang rencananya akan kembali digelar pada 25 November 2016 mendatang diyakini tidak terjadi jika Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) Secepatnya diadili dalam kasus dugaan penistaan agama. Adapun demonstrasi 25 November nanti ini dilakukan sebagai aksi susulan 'Bela Islam II' Pada Hari Jumat 4 November lalu, seperti yang diinformasikan Kapolri Jenderal Tito Karnavian belum lama ini.

Ketua DPR RI : Aksi Bela Islam Jilid III 25 November Tak Terjadi jika Ahok Diadili - Commando

Baca Berita Terkait :
Din Syamsudin: 5 Juta Muslim Jabar Siap Turun untuk 25 November 2016
Diduga Menjadi Provokator 4 Nov Lalu Lima Kader HMI Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Terkait dengan Permasalahan ini Ketua DPR Republik Indonesia, Ade Komarudin berpendapat, Jika Kapolri Jenderal Tito Karnavian sudah tentu memiliki intelijen. Sehingga, Ketua DPR RI Menyakini Jika Jendral Tito tidak sembarangan dalam menyampaikan informasi.

‎"Tetapi kalau pengadilan Pak Ahok sesuai komitmen berjalan dengan adil dapat memuaskan rasa keadilan masyarakat, saya yakin itu tidak ada masalah apapun. Mereka (pendemo) itu murni memperjuangkan itu," ujar Ade Komarudin di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (9/11/2016).

Ketua DPR RI Juga mengimbau para elite politik untuk bisa menahan diri dan tidak ikut serta dalam aksi 'Bela Islam III' pada 25 November nanti.

"Kita punya saluran memperjuangkan aspirasi rakyat melalui DPR ini," katanya. "Kecuali kalau lembaga parlemen ini tidak bisa lagi memperjuangkan boleh kita ikut aksi jalanan," ungkapnya.

Lagipula, sambung dia, DPR masih demokratis. Kecuali pada saat dewan ini sudah tidak bisa bergerak demokratis baru boleh kita (DPR) menggunakan saluran yang lain. Tapi sekarang belum ada alasan untuk menggunakan saluran yang lain itu," katanya.