Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Monday, November 14, 2016

Kamu Wajib Tahu Mobilisasi Militer Amerika Di Kawasan Asia - Commando

Kamu Wajib Tahu Mobilisasi Militer Amerika Di Kawasan Asia - Commando

C0MANDO.COM - JAKARTA - Ambisi pemerintah Amerika Serikat untuk mengamankan kepentingannya di kawasan Asia kini makin terbongkar. Di Dalam sebuah unggahan di akun Facebook pribadinya, Carter menyebutkan jika kawasan Asia adalah sebuah wilayah paling konsekuensial untuk masa depan Amerika. Bahkan Ia Juga menyebut nyebut Jika kehadiran militer Amerika Serikat di Kawasan tersebut memiliki kepentingan fundamental yang strategis untuk negaranya.

Terkait dengan hal ini Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Ash Carter, Menyebutkan jika saat ini Amerika Serikat TENGAH BERENCANA UNTUK memperluas mobilisasi militernya di Kawasan Asia. Hal ini sendiri dilakukan dalam rangka menghadapi ekspansi teritorial yang dilakukan oleh China dan ancaman regional lainnya.

“Perluasan militer ke kawasan Asia Pasifik menegaskan bahwa AS tetap menjadi negara dengan militer terkuat dan mitra pilihan dalam menjaga keamanan,” ujar Carter, dalam pidatonya di hadapan anggota Angkatan Laut AS, di atas kapal induk USS Carl Vinson, San Diego.
Kamu Wajib Tahu Mobilisasi Militer Amerika Di Kawasan Asia - Commando

Dalam Hal ini Negara Amerika Serikat sangatlah mengerti jika bahwasannya CHINA bukanlah sebuah negara yang besar secara global dan Bahkan China tidak berusaha untuk mendongkel Amerika dari posisinya sebagai negara adidaya di dunia.  Namun Meski Demikian China adalah negara besar jika dilihat secara regional, yaitu di kawasan Asia/Pasifik yang dianggap oleh China sebagai kawasannya dan menjadi kawasan yang penting bagi China secara ekonomi dan strategis.  Dan Perlu juga diketahui Jika Saat ini Negara China tengah berusaha sekuat Tenaga Untuk menjadi pemilik kedaulatan di laut China Timur.

Saat ini Negara Amerika Serikat  memiliki eksistensi secara militer dan tetap di pangkalan militer yang berlokasi di Jepang dan Korea Selatan yang berada di pantai laut China Timur.  Demikian pula Amerika juga memiliki hal serupa di Philipina yang berada di pantai laut China Selatan.  Amerika di kawasan tersebut memiliki sekitar setengah juta tentara.  Amerika memiliki eksistensi militer tetap di kawasan ini sejak tahun 50-an abad lalu.

Jika China mengontrol kawasan ini atau menancapkan pengaruhnya atau menjadikan kawasan ini berada di bawah kontrolnya maka China bisa mempengaruhi kawasan samudera Hindia dan mengancam pengaruh Amerika di kawasan tersebut secara serius.  Ini merupakan masalah vital bagi Amerika.  Amerika tidak akan mentolerir hal itu terjadi selamanya berapapun biaya yang harus dibayarkan.

AS memastikan politik luar negerinya pada capaian hegemoni total di kawasan Asia, serta membonsai pengaruh RRC di Asia Tenggara khususnya dalam persoalan Laut Cina Selatan. Wilayah ini amat strategis bagi AS maupun RRC, baik sebagai jalur perdagangan maupun sumberdaya alamnya yang berlimpah. Oleh karena itu AS terus menjalin hubungan dengan sekutu-sekutunya, termasuk Indonesia, untuk mengeliminir pengaruh Cina.

Kamu Wajib Tahu Mobilisasi Militer Amerika Di Kawasan Asia - Commando

Awas Indonesia!

Keberadaan kapal perang AS di Singapura dan pangkalan militer AS di Darwin, membuat Indonesia diapit oleh kekuatan AS di timur dan barat. Sama seperti saat Irak akan digempur melalui persiapan Operation of Enduring Freedom, dimana saat ini Indonesia sama juga “sudah terkurung” seperti Irak, oleh  pangkalan-pangkalan AS yang berada di Christmas Island, Cocos Island, Darwin, Guam, Philippina, Malaysia, Singapore, Vietnam hingga kepulauan Andaman dan Nicobar beserta sejumlah tempat lainnya.” , seperti dijelaskan Connie Rahakundini Bakrie, pengamat Pertahanan dan Militer dari Universitas Indonesia.

Rencana Amerika Serikat (AS) menggeser 60 persen kekuatan militernya ke kawasan Asia Pasifik hingga tahun 2020 mendatang, terutama Darwin dan Subik di Filipina. Hal ini jelas membawa implikasi besar bagi kawasan ini, termasuk Indonesia. Aneh, bila seorang kepala negara merasa tidak terancam dan terusik dengan aktifitas politik dan militer negara asing di dekat rumahnya sendiri.

Tahun 2020 itu tidak lama. Dalam 4 tahun ke depan, Indonesia sudah terkurung oleh pangkalan-pangkalan militer AS. Apakah kita sudah sepakat sebagai bangsa untuk menyadari dan memahami persepsi ancaman yang sebenarnya sedang dihadapi?

Dengan kondisi ini, jelas sekali, tidak tersedia waktu banyak bagi elite Indonesia untuk segera mereposisi arah kebijakan luar negeri dan pertahanan Indonesia yang lebih tegas, strategis dalam menyikapi perubahan konstalasi politik di kawasan.

Salah satu celah yang bisa digunakan Amerika adalah melalui kerjasama pertahanan yang ditandatangani baru-baru ini dalam satu paket dengan perjanjian esktradisi. Melalui kesepakatan bertajuk Defense Coperation Agreement (DCA) dan Military Training Area(MTA), kedua negara menyepakati untuk menyediakan wilayahnya untuk latihan militer. Berarti, secara teknis Singapore diperbolehkan mengadakan latihan militer maupun menyimpan persenjataannya di wilayah RI.

Perjanjian pertahanan Amerika melalui DCA maupun MTA ini, sebenarnya rawan terhadap adanya infiltrasi dan penetrasi intelijen pihak Amerika maupun kepentingan negara-negara besar lainnya. Karena dengan adanya program pelatihan bersama, baik para pihak yang ikut dalam pelatihan militer maupun pihak ketiga yang diundang ikut serta, praktis akan memiliki akses informasi mengenai kondisi kemiliteran kita baik dari segi kekuatan personil, kemampuan peralatan militer dan juga lokasi geografis. Disamping fakta bahwa melalui kesepkatan DCA dan MTA ini Singapore telah menyediakan dirinya untuk menjadi  satelit Amerika dalam melayani kepentingan negara Paman Sam.

Jika kita cermati, program-program pelatihan bersama atau kerjasama militer yang sejenis, memang bisa dimanfaatkan sebagai ajang operasi intelijen Amerika dalam memetakan kekuatan angkatan laut Indonesia baik kekuatan dan kapasitas personil maupun peralatan, serta gambaran mengenai lokasi geografis.

Perlu Juga Diketahui Jika Ternyata Amerika Serikat juga ternyata punya kepentingan untuk menjaga kepentingan mereka di kawasan Papua. Dikarenakan Keberadaan pertambangan Freeport sebagai perusahaan tambang besar di dunia adalah nilai strategis bagi Amerika Serikat. Hal ini terlihat jelas dari pendekatan yang dilakukan oleh Amerika Terhadap dua pihak; kepada kelompok separatis-teroris OPM dan juga kepada aparat pemerintah daerah Papua.