Commando Semua Informasi Terkini Dan Ter-Update

Monday, November 7, 2016
Berlangganan

Din Syamsudin : Masalah Utamanya Bukan Ahok, tapi ada Naga Raksasa yang Mencengkeram Bangsa ini

Din Syamsudin : Masalah Utamanya Bukan Ahok, tapi ada Naga Raksasa yang Mencengkeram Indonesia

JAKARTA - Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Din Syamsuddin menilai jika sudah tersimpan ancaman besar dibalik polemik Ahok yang sedang berkobar saat ini. Bahkan Din menekankan, Jika bahwasannya Ahok jelas telah memberi penilaian (judgement) terhadap pemahaman orang lain dengan kata pejoratif. Namun Dikarenakan Ahok Sudah Meminta Maaf Maka Din Menyebutkan jika Sudah Selayaknya Ahok dimaafkan asal tidak mengulangi lagi Perbuatannya Tersebut. Namun permasalahan yang ada lebih besar dari kejadian di pulau kecil itu.

Din Syamsudin : Masalah Utamanya Bukan Ahok, tapi ada Naga Raksasa yang Mencengkeram Indonesia

Baca Juga :
Tim Medis : Sebanyak 165 Orang Menjadi Korban Penembakan pada 4 November Termasuk Alim Ulama - Commando
Fahri Hamzah: Presiden Jokowi ditunggangi terduga pelaku pidana
Mengapa 10 Orang Provokator Aksi Damai 411, yang sudah di tangkap Malah Di Bebaskan ? 

“Permasalahannya, bahkan ancaman nyata, adalah fakta adanya kekuatan uang (the power of money) yang tengah menguasai Indonesia,” kata Din, Minggu (6/11).

Bahkan dalam Hal Tersebut juga Din pun menganalogikan jika kekuatan uang itu bagaikan cengkeraman naga raksasa yang sedang melilit NKRI yang kaya raya, dan satu persatu kekuatan penghalangnya dilumpuhkan bahkan dimatikan dengan uang. Proses ini dicermatinya tidak terlepas dari perkembangan geo-politik dan geo-ekonomi global dan regional.

“Sayangnya, Indonesia tidak memiliki mekanisme pertahanan diri (self defense mechanism) karena infrastruktur nasional rapuh, sejak dari pemerintah, partai politik, ormas, sampai kepada pers, yang banyak terdiri dari orang-orang lemah baik iman, akal pikiran, dan komitmen kerakyatan,” ujarnya, miris.

Kondisi ini, menurutnya, akan membawa Indonesia mengalami malapetaka dan terjatuh dalam nestapa. (Era Muslim)